Festival Tabuh Bedug ke-35 Teluknaga Digelar: Pemuda Bergerak, Tradisi Dijaga, Identitas Daerah Diteguhkan

Teluknaga, Kabupaten Tangerang — Festival Tabuh Bedug (FTB) di Kecamatan Teluknaga kembali digelar untuk ke-35 kalinya, menandai konsistensi generasi muda dalam menjaga tradisi budaya lokal yang telah berlangsung lebih dari tiga dekade. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung satu minggu setelah Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah atau tahun 2026 Masehi, dan menjadi agenda tahunan yang terus dipertahankan oleh Karang Taruna bersama Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) serta elemen Kepemudaan Kecamatan Teluknaga.

Rapat pembentukan kepanitiaan telah dilaksanakan pada Selasa malam, 31 Maret 2026, bertempat di sekretariat bersama pemuda Teluknaga. Forum tersebut dihadiri oleh seluruh unsur kepemudaan lintas generasi, mulai dari pengurus aktif hingga pengurus purna, yang menegaskan kuatnya kesinambungan organisasi serta komitmen kolektif dalam menjaga tradisi yang telah menjadi identitas masyarakat Teluknaga.

Festival tahun ini digawangi oleh Bung Windar dan Bung Izal dengan mengusung tema, “Merawat Tradisi, Pemuda Maju dan Mandiri untuk Teluknaga Cenghar.” Tema ini mencerminkan semangat pemuda untuk tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga memperkuat peran strategis dalam pembangunan sosial dan kemandirian masyarakat.

Lebih dari sekadar perayaan budaya, Festival Tabuh Bedug kini mulai diposisikan sebagai ruang advokasi pelestarian budaya berbasis hukum. Ubaidilah (Bung Ubed), Tim Advokasi Pemuda Teluknaga, menegaskan pentingnya perlindungan hukum terhadap tradisi lokal.

“Festival Tabuh Bedug ini bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi bagian dari identitas budaya masyarakat Teluknaga. Sudah saatnya ada langkah konkret untuk memberikan perlindungan hukum, baik melalui pengakuan sebagai warisan budaya tak benda maupun melalui regulasi daerah,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemuda perlu mengambil peran lebih luas dalam mengawal kebijakan kebudayaan.

“Pemuda tidak cukup hanya menjadi pelaksana kegiatan. Harus ada keberanian untuk naik ke level advokasi, memastikan tradisi ini memiliki legitimasi hukum dan tidak tergerus oleh perubahan zaman,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua MPKT Karang Taruna Kecamatan Teluknaga juga sebagai Ketua BAPPEDA Tangerang Utara, Bung Prayogo AZ. menekankan pentingnya pembentukan karakter dalam setiap proses organisasi, khususnya dalam forum rapat kepanitiaan.

“Disiplin, adab, dan etika dalam rapat adalah cerminan karakter pemuda yang berbudaya. Forum musyawarah bukan hanya tempat mengambil keputusan, tetapi juga ruang pembelajaran sikap dan kepemimpinan,” tegasnya.

Menurutnya, keberhasilan sebuah kegiatan tidak hanya diukur dari hasil akhir, tetapi juga dari kualitas proses yang dijalankan.

“Jika proses dijalankan dengan disiplin dan menjunjung etika, maka hasilnya pun akan berkualitas. Di situlah nilai utama dari gerakan pemuda yang berbudaya,” tambahnya.

Memasuki tahun ke-35, Festival Tabuh Bedug Teluknaga diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga berkembang sebagai ikon budaya daerah yang memiliki pengakuan lebih luas, sekaligus menjadi contoh pelestarian budaya berbasis komunitas yang berkelanjutan.

About the Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like these